Jumat, 27 September 2013

KARNAVAL PAUD Pada HUT RI KE 68

Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 KB/TPA 'Aisyiyah ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai pakaian adat, tokoh-tokoh masyarakat , profesi dll dan juga  Grup Drum Band. Penampilan KB/ TPA 'Aisyiyah Purworejo dapat dilihat pada sederetan foto berikut ini...

PLAYDOUGH MAINAN KREATIF YANG AMAN DAN MURAH

bahan:
  1. 1 kg tepung terigu
  2. 200g garam refina
  3. 10 sendok minyak goreng
  4. air, dan pewarna secukupnya
 Cara membuat;
tepung terigu, garam, minyak goreng, air berwarna di campur, kemudian di uleni sampai rata dan halus, sampai adonan bisa di cetak

Rabu, 18 September 2013

DAP Developmentally Appropriate Practices (TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ANAK )

PENTINGKAH INI ???????????
Untuk Siapa?
Apakah Anda adalah seorang pendidik yang merasa dibingungkan dengan tren-tren pendidikan usia dini yang baru? Apakah Anda seorang guru yang seringkali dipusingkan dengan masalah bagaimana menyusun aktvitas-aktivitas yang optimal untuk anak? Jika ya, buku ini dipersembahkan untuk Anda. artikel ini  disusun bagi pendidik dimana saja untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan strategi-strategi baru dalam membantu anak mengembangkan diri. artikel ini akan membantu Anda, para pendidik, untuk menghadapi “medan perang” Anda yang tuntutannya semakin kompleks dan beragam dan menjadikan Anda pendidik yang handal. 

Minggu, 15 September 2013

CALISTUNG UNTUK ANAK USIA DINI

PRO-KONTRA PENGAJARAN CA-LIS-TUNG DI PAUD

Masalah Calistung di jenjang PAUD seharusnya sudah selesai mengingat kebijakan pemerintah sudah jelas bahwa kemampuan Calistung tidak menjadi beban kurikulum di jenjang PAUD.  Hal ini dimaksudkan agar anak-anak di PAUD tidak tidak terjebak pada pembelajaran yang bersifak akademik. Namun untuk menjawab pertanyaan, “Bolehkah PAUD mengajarkan Calistung?”  Jawabannya tidak cukup dengan kata “tidak” atau “boleh”, tetapi harus disertai argumentasi yang mendasari: “boleh jika ...” atau “tidak boleh jika...”.  Dalam kaitan ini seorang psikolog kawakan yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hasan (Tedjasaputra 2001: xii) mengingatkan: